Makna Lagu Broken Clocks – SZA
Makna Lagu Broken Clocks – SZA. “Broken Clocks” rilis Juni 2017 sebagai single ketiga dari album Ctrl dan langsung jadi salah satu lagu paling relatable di era itu. Sampai 2025, lagu ini sudah tembus 9× platinum, miliaran streaming, dan selalu masuk playlist “late night drive” atau “overthinking 3 AM”. Di balik beat mid-tempo yang groovy dan sample “West” yang halus, liriknya ceritakan perasaan stuck: waktu berlalu, tapi hidup terasa macet karena cinta yang nggak selesai-selesai. BERITA BOLA
Latar Belakang: Waktu yang Terasa Rusak: Makna Lagu Broken Clocks – SZA
SZA tulis lagu ini saat ia lagi capek kerja shift malam sambil berusaha move on dari mantan. Ia pernah cerita, “Jam kerja gue bener-bener rusak, jam hati gue juga rusak. Semua terasa berhenti di masa lalu.” Produser ThankGod4Cody dan Carter Lang bikin beat yang terdengar santai tapi ada rasa gelisah di dalamnya. “Broken Clocks” jadi metafor hidup SZA waktu itu: jam dinding terus jalan, tapi jam di kepala masih nunjuk angka yang sama, yaitu momen putus itu.
Analisis Lirik: Terjebak di Masa Lalu: Makna Lagu Broken Clocks – SZA
Chorus langsung nancep: “All I got is these broken clocks / I ain’t got no time for you.” Tapi sebenarnya ia masih punya banyak waktu, malah kebanyakan, buat mikirin orang itu. Verse pertama gambarkan rutinitas yang hampa: “Run fast from my past / I been workin’ double shifts, still I’m broke.” Ia kerja keras biar lupa, tapi tetap miskin emosi. Verse kedua lebih tajam: “Better day than yesterday / I just take it day by day / Never thought I’d see the day / You would throw it all away.” Di sini SZA akui ia mulai membaik, tapi satu kenangan langsung bikin semuanya balik lagi. Bridge “Still love you, still miss you” adalah pengakuan paling jujur: meski jam rusak, perasaannya nggak ikut rusak, malah masih utuh banget.
Dampak Budaya dan Relevansi di 2025
Di 2025, “Broken Clocks” masih jadi lagu wajib di setiap set SZA, terutama saat ia naik panggung kecil di tengah arena, cuma ditemani lampu kuning hangat. Lagu ini juga jadi soundtrack favorit video “time lapse healing” di TikTok: orang nunjukin perubahan hidup mereka sambil lirik “better day than yesterday”. Banyak yang bilang lagu ini adalah anthem bagi generasi yang kerja remote sambil overthinking hubungan lama. Kritikus sering sebut ini salah satu lirik SZA yang paling cerdas: ia ubah rasa stuck jadi sesuatu yang bisa didengar sambil goyang kaki.
Kesimpulan
“Broken Clocks” adalah potret jujur dari fase “udah move on tapi belum sepenuhnya”. SZA berhasil gambarkan perasaan waktu yang terasa berhenti gara-gara satu orang, padahal hidup di luar sana terus jalan. Delapan tahun setelah rilis, lagu ini masih terasa relevan karena kita semua pernah punya jam rusak di hati, jam yang selalu nunjuk ke momen dia pergi. Tapi di akhir lagu, SZA kasih harapan kecil: “Better day than yesterday.” Itu cukup buat kita percaya bahwa suatu saat jam rusak itu bakal jalan lagi, meski sekarang masih macet di angka yang sama. Dengarkan saat lagi 3 pagi dan nggak bisa tidur, kamu nggak akan merasa sendirian.



Post Comment