Makna Lagu Forever Young – BLACKPINK
Makna Lagu Forever Young – BLACKPINK. Malam penuh gemuruh di Philippine Arena pada 15 November ini dipenuhi antisipasi saat BLACKPINK bersiap membawakan “Forever Young” sebagai momen nostalgia di Deadline World Tour 2025 mereka. Tujuh tahun setelah dirilis sebagai track kedua EP Square Up, lagu ini baru saja capai milestone 400 juta streaming pada September lalu, jadi karya kesembilan belas mereka yang tembus angka itu—rekor terbanyak untuk grup perempuan. Dengan gitar akustik yang ringan dan koreografi yang bebas, penampilan di Jakarta 2 November pekan lalu mengingatkan ribuan penggemar betapa pesan tentang masa muda yang abadi dan cinta yang penuh gairah masih relevan di 2025, saat banyak orang bergulat dengan tekanan dewasa di tengah transisi karir dan hidup. BLACKPINK, lewat vokal harmonis yang ceria dan irama pop yang uplifting, menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati ada di momen-momen spontan, tanpa beban masa depan. Di tengah tur yang lanjut ke Manila 22-23 November setelah Kaohsiung dan Wembley, makna “Forever Young” tentang carefree spirit kembali jadi pembicaraan. Apa yang membuat lagu ini tetap segar setelah bertahun-tahun? Mari kita jelajahi lebih dalam. BERITA BASKET
Latar Belakang Penciptaan dan Inspirasi Utama: Makna Lagu Forever Young – BLACKPINK
Lagu ini lahir di studio pada 2018, saat BLACKPINK ingin tambah warna romantis ke image girl crush mereka yang kuat. Inspirasi utamanya datang dari pengalaman anggota grup tentang cinta remaja yang penuh euforia, di mana setiap detik terasa seperti pesta tanpa akhir. Proses produksinya melibatkan kolaborasi Teddy dan Future Bounce, yang campur elemen pop dengan sentuhan akustik untuk ciptakan nuansa ringan tapi mendalam. Dirilis 15 Juni sebagai bagian EP Square Up, lagu ini dirancang sebagai jembatan antara energi tinggi title track dan momen intim, langsung naik chart Korea dan global, tandai BLACKPINK sebagai grup serba bisa. Di balik melodi yang breezy, tersirat pesan tentang youthful spirit: jangan biarkan tanggung jawab dewasa curi kegembiraan sekarang, terutama bagi perempuan muda yang sering ditekan ekspektasi. Saat itu, lagu ini jadi favorit rahasia penggemar, tapi kini di tur 2025, dengan aransemen live yang lebih akustik di Wembley Agustus lalu, ia terasa seperti evolusi—dari lagu B-side sederhana ke anthem yang wakili perjalanan mereka, menginspirasi penonton di Jakarta untuk renungkan masa muda yang terlewat.
Analisis Lirik: Simbol Euforia Cinta dan Semangat Bebas: Makna Lagu Forever Young – BLACKPINK
Lirik “Forever Young” adalah perayaan kata-kata yang manis dan bebas, penuh metafor tentang momen cinta yang tak tergantikan. Pembuka yang ceria, dengan frasa “what’s up, what’s up” yang playful, langsung ajak pendengar masuk ke dunia pesta hati yang abadi. Setiap verse membangun narasi euforia: dari “in your eyes, I see the stars” yang gambarkan pantulan passion hingga chorus “forever young, forever young,” seolah mantra untuk tahan waktu di tangan. Bagian rap yang ringan, dengan baris “we’re dancing like nobody’s watching,” menyoroti bagaimana BLACKPINK tolak norma dewasa yang kaku, pilih nikmati kebebasan seperti anak muda. Vokal bergantian menambah pesona—ada nada genit Jennie yang menggoda, diikuti harmoni Jisoo yang hangat, ciptakan rasa butterflies kolektif. Inti pesannya sederhana: masa muda adalah tentang capture momen dengan kekasih, buat kenangan yang tahan lama meski dunia berubah, seperti bintang yang tetap bersinar di malam gelap. Di era di mana tekanan sosial sering curi kegembiraan, lirik ini jadi pengingat bahwa carefree bukan naif, tapi pilihan sadar. Pendengar di tur Jakarta sering bilang baris-baris ini bantu mereka lepaskan beban, buat lagu ini seperti pelarian manis yang empowering.
Dampak Budaya: Dari EP 2018 hingga Milestone Tur 2025
Sejak kemunculannya, “Forever Young” telah bentuk jejak budaya yang lembut tapi luas, dari cover akustik viral hingga simbol masa muda di gerakan self-expression. Pada 2018, lagu ini ciptakan tren dance santai yang pengaruhin pesta remaja global, meski awalnya overshadow oleh hit utama. Kini, di 2025, milestone 400 juta streaming-nya pada September jadi pencapaian ke-19, perkuat BLACKPINK sebagai pemimpin di ranah angka. Di Deadline World Tour yang dimulai Juli di Goyang, penampilannya di Wembley 15 Agustus jadi momen ikonik pertama bagi grup perempuan Korea headline stadion itu, dengan penggemar nyanyi bareng ciptakan lautan cahaya muda. Koreografi bebas, dengan gerakan tangan seperti menangkap bintang, masih diadopsi di festival dansa dan seni jalanan, perpanjang umurnya ke komunitas kreatif. Lebih luas, pesannya resap ke diskusi 2025: ia selaras dengan tren wellness tentang nikmati sekarang, di mana orang terinspirasi tolak FOMO dewasa dan peluk spontanitas. Di Kaohsiung Oktober lalu dan Jakarta 2 November, BLACKPINK tambah elemen fan sing-along, buat lagu ini terasa seperti pesta pribadi. Dampaknya meluas ke sastra dan film, dengan referensi di cerita tentang cinta pertama. Tujuh tahun kemudian, saat tur lanjut ke Manila 22-23 November, “Forever Young” bukti BLACKPINK sebagai ikon yang ubah lagu sederhana jadi legacy, inspirasi jutaan untuk tetap muda di hati.
Kesimpulan
“Forever Young” adalah himne masa muda yang abadi, dan Deadline World Tour 2025 dengan milestone 400 juta streaming serta penampilan di Jakarta tegaskan betapa kuatnya pesan itu di November ini. Dari lirik yang penuh euforia hingga dampak budaya yang hangat, BLACKPINK berhasil ubah momen cinta jadi pernyataan kebebasan universal. Di saat dewasa sering curi kegembiraan, lagu ini ajak kita tahan semangat muda, karena forever young ada di pilihan harian. Dengan tur yang berlanjut ke Manila dan seterusnya, jelas makna ini akan terus bersinar, inspirasi generasi baru untuk dansa seperti tak ada besok. Pada akhirnya, “Forever Young” bilang: nikmati passion sekarang, dan itu yang bikin hidup tetap segar selamanya.



Post Comment