Makna Lagu Ashes – Celine Dion
Makna Lagu Ashes – Celine Dion. Lagu Ashes yang dibawakan oleh Celine Dion menjadi salah satu power ballad paling emosional di akhir dekade 2010-an. Dirilis pada 2018 sebagai single utama dari soundtrack film superhero komedi, lagu ini langsung viral berkat kombinasi vokal dramatis Celine Dion dan video musik yang unik serta lucu. Meski konteksnya ringan dan penuh humor, liriknya menyimpan makna mendalam tentang kehilangan, keputusasaan, dan harapan akan kebangkitan. “Ashes” bicara tentang bagaimana dari reruntuhan dan abu kehidupan, masih mungkin muncul keindahan baru – pesan resiliensi yang universal dan menyentuh. REVIEW FILM
Latar Belakang dan Proses Penciptaan: Makna Lagu Ashes – Celine Dion
Lagu ini diciptakan khusus untuk mendukung inti emosional film, yang fokus pada krisis eksistensial dan perjuangan pribadi tokoh utama. Penulis lagu menemukan bahwa “Ashes” sangat cocok dengan cerita, sehingga dipilih sebagai tema orisinal. Sutradara ingin artis kontemporer dengan vokal kuat untuk membuatnya terasa emosional, dan akhirnya Celine Dion direkrut karena kemampuannya menyanyi penuh jiwa sekaligus cocok dengan elemen subversif film.
Proses rekaman menekankan intensitas: Celine Dion langsung terpikat setelah mendengar demo singkat, dan produksi melibatkan aransemen orkestra untuk meningkatkan nuansa dramatis. Video musik yang menyertainya difilmkan dengan konsep humoris, menampilkan tarian interpretatif yang kontras dengan keseriusan lagu, membuatnya langsung menyebar luas. Lagu ini tidak hanya sukses di tangga lagu dansa, tapi juga menambah dimensi emosional pada film yang penuh aksi.
Makna Lirik dan Tema Kebangkitan: Makna Lagu Ashes – Celine Dion
Lirik lagu ini menggambarkan kondisi hancur lebur: doa tak lagi didengar, kata-kata terbakar, potongan-potongan rusak berserakan di lantai, dan mimpi habis terbakar menjadi asap. Penyanyi merasa kehilangan suara saat memanggil seseorang, tubuh gemetar, dan membungkuk hingga patah karena usaha sia-sia.
Chorus yang berulang “Let beauty come out of ashes” menjadi inti harapan: biarkan keindahan muncul dari abu. Ini adalah doa sederhana kepada Tuhan, meminta apakah air mata bisa memadamkan api di jiwa, dan apakah masih mungkin ada pemulihan. Tema utamanya adalah transformasi dari kehancuran – seperti phoenix yang bangkit dari abu. Lagu ini bicara tentang resiliensi: meski segalanya terasa putus asa, masih ada peluang untuk keindahan dan kekuatan baru muncul dari reruntuhan kehidupan, cinta, atau mimpi yang hancur.
Dampak Budaya dan Relevansi Abadi
Lagu ini mendapat pujian karena berhasil menggabungkan emosi mendalam dengan konteks hiburan ringan, membuat pesan resiliensinya semakin kuat. Banyak pendengar mengaitkannya dengan pengalaman pribadi seperti kehilangan, kegagalan, atau masa sulit, di mana harapan bangkit kembali jadi penyelamat. Video musik yang viral menambah lapisan humor, tapi tidak mengurangi kekuatan lirik yang serius.
Warisannya tetap terasa hingga kini, sering dimasukkan dalam kompilasi hits Celine Dion dan diputar saat momen refleksi. Di era penuh tantangan, “Ashes” mengingatkan bahwa dari abu kehancuran – entah itu patah hati, trauma, atau kegagalan – masih bisa lahir sesuatu yang indah. Lagu ini membuktikan bahwa balada emosional bisa relevan lintas konteks, menyentuh hati dengan pesan harapan yang sederhana tapi kuat.
Kesimpulan
Ashes adalah balada tentang harapan di tengah reruntuhan, mengajarkan bahwa keindahan bisa muncul dari abu paling gelap sekalipun. Dari gambaran keputusasaan hingga doa akan kebangkitan, lagu ini merayakan kekuatan manusia untuk bangkit dan menemukan makna baru. Vokal penuh emosi Celine Dion membuat pesan itu semakin menusuk, mengingatkan kita bahwa meski mimpi terbakar, masih ada ruang untuk transformasi. Pada akhirnya, lagu ini bukan hanya tentang kehancuran, tapi tentang keyakinan bahwa dari abu, kehidupan dan keindahan bisa lahir kembali. Pesannya timeless: jangan pernah menyerah pada harapan.



Post Comment