Makna Lagu Imagine – Ariana Grande

makna-lagu-imagine-ariana-grande

Makna Lagu Imagine – Ariana Grande. “Imagine” langsung jadi salah satu lagu paling menyayat hati sekaligus paling indah saat dirilis Desember 2018 sebagai single promosi album kelima. Dengan whistle note yang melengking lembut, harmoni seperti paduan suara gereja, dan lirik yang menggambarkan utopia cinta sempurna, lagu ini terasa seperti mimpi yang terlalu bagus untuk jadi nyata. Namun di balik nada manisnya, “Imagine” sebenarnya adalah elegi tentang duka yang tak pernah benar-benar selesai. Hingga akhir 2025, lagu ini masih sering trending setiap ada momen duka kolektif atau saat penggemar merindukan seseorang yang sudah tiada, karena maknanya yang kini terasa jauh lebih dalam daripada sekadar lagu cinta. BERITA BOLA

Latar Belakang Penciptaan dan Kehilangan: Makna Lagu Imagine – Ariana Grande

Lagu ini ditulis hanya beberapa bulan setelah kematian mendadak mantan kekasih penyanyi itu akibat overdosis. Ia pernah mengungkap bahwa “Imagine” adalah cara dia membayangkan dunia alternatif di mana tragedi itu tak pernah terjadi, di mana mereka masih bersama, bahagia, dan segalanya sempurna. Ditulis bersama tim tetapnya dalam satu malam penuh air mata, liriknya selesai dalam waktu singkat karena emosinya sudah terlalu mentah. Whistle note di bagian akhir adalah improvisasi spontan yang akhirnya dipertahankan, karena terasa seperti jeritan tanpa kata. Penyanyi itu sendiri sempat ragu merilisnya karena terlalu pribadi, tapi akhirnya memilih membagikannya sebagai bentuk katarsis bagi dirinya dan penggemar yang juga sedang berduka.

Makna Lirik: Surga yang Tak Pernah Ada: Makna Lagu Imagine – Ariana Grande

“Imagine” penuh dengan kata-kata yang terdengar seperti janji manis: “Step up the two of us, nobody knows us / Get in the car and go wherever we want”, “We could stay in bed all day, making love in every way”. Tapi refrain “Imagine a world like that” justru mengkhianati semuanya, ini bukan kenyataan, hanya khayalan. Baris “We’d be laying in the kitchen, laughing at nothing” atau “Kissing on the couch, watching our favorite show” adalah potret kehidupan sehari-hari yang biasa, tapi karena tak pernah lagi terwujud, jadi terasa sangat berharga. Lagu ini pada dasarnya adalah grief dalam bentuk paling halus: berpura-pura semuanya baik-baik saja sambil tahu itu mustahil.

Resonansi Emosional dan Penampilan Live

Sejak hari pertama, “Imagine” langsung membuat pendengar menangis. Banyak yang menganggapnya sebagai “sekuel spiritual” dari lagu-lagu duka sebelumnya di album yang sama. Penampilan live pertamanya di konser tur 2019 jadi momen paling rapuh: suara penyanyi bergetar, air mata jatuh, dan penonton bernyanyi bersama sebagai pelukan kolektif. Hingga kini, setiap kali lagu ini dimainkan di konser atau acara spesial, lampu ponsel langsung menyala dan suasana berubah jadi doa tanpa kata. Lagu ini juga sering diputar di pemakaman atau peringatan kehilangan, karena kemampuannya menangkap rasa rindu yang tak pernah benar-benar pergi.

Kesimpulan

“Imagine” adalah bukti bahwa lagu paling indah sering lahir dari luka paling dalam. Dengan nada lembut dan lirik penuh harapan palsu, ia berhasil menangkap esensi duka: kita tahu orang itu tak akan kembali, tapi kita tetap membayangkan “bagaimana kalau”. Tujuh tahun setelah rilis, lagu ini masih jadi tempat berlindung bagi siapa saja yang pernah kehilangan seseorang terlalu cepat. Pada akhirnya, “Imagine” mengajarkan satu hal yang pahit sekaligus menghibur: kadang, satu-satunya cara bertahan adalah dengan membiarkan diri bermimpi tentang dunia di mana mereka masih ada, walau hanya dalam nada dan kata-kata.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment