Makna Lagu It’s Not Living (If It’s Not With You) – The 1975
Makna Lagu It’s Not Living (If It’s Not With You) – The 1975. “It’s Not Living (If It’s Not With You)” adalah single pertama dari album A Brief Inquiry Into Online Relationships (2018). Dengan riff gitar 80-an yang langsung nempel, chorus yang super catchy, dan produksi yang terdengar seperti lagu cinta paling bahagia, lagu ini langsung jadi favorit di konser. Tapi judulnya sudah memberi petunjuk: ini bukan ode romantis biasa. Ini lagu tentang ketergantungan total pada satu orang, sampai hidup terasa hampa tanpanya. BERITA BOLA
Ketergantungan yang Disamarkan Cinta: Makna Lagu It’s Not Living (If It’s Not With You) – The 1975
Di permukaan, chorus “It’s not living if it’s not with you” terdengar manis. Tapi kalau didengar lebih dalam, ini bukan ungkapan romantis, melainkan pengakuan obsesi. Matty Healy menulis lagu ini saat sedang dalam fase kecanduan berat (baik zat maupun orang). Baris “I can’t control my brain or my mouth” dan “Drowning in my thoughts again” memperlihatkan seseorang yang sudah kehilangan kendali, dan satu-satunya penawarnya adalah kehadiran orang itu. Bukan karena cinta yang sehat, tapi karena dia jadi satu-satunya “obat” yang masih works.
Referensi Ganda yang Tersembunyi: Makna Lagu It’s Not Living (If It’s Not With You) – The 1975
Judul dan beberapa baris sengaja menggemakan lagu klasik “It Ain’t Me You’re Looking For, Babe” milik George Jones, tapi dibalik jadi pernyataan sebaliknya. Matty juga pernah bilang lagu ini punya lapisan ganda: di satu sisi tentang cinta yang posesif, di sisi lain tentang kecanduan heroin yang dia alami saat itu. “She’s got two phones, and I’m feeling so low” bisa dibaca sebagai cemburu pada pacar, atau cemburu pada jarum suntik yang “mencuri” perhatiannya. Dia tahu itu tidak sehat, tapi tetap memilih tenggelam.
Musik yang Menipu
Aransemen sengaja dibuat secerah mungkin: gitar jangly, piano yang melonjak, backing vocal yang ramai. Semakin ceria musiknya, semakin mengerikan liriknya terdengar. Ini trik khas The 1975: pakai kemasan pop paling manis untuk menyampaikan pesan paling gelap. Hasilnya, orang-orang bernyanyi keras di konser tanpa sadar bahwa mereka sedang meneriakkan kalimat seorang pecandu yang sudah putus asa.
Mengapa Lagu Ini Masih Terasa Dekat
Banyak pendengar mengaitkan lagu ini dengan hubungan toksik yang pernah mereka jalani: kamu tahu orang itu buruk buatmu, tapi tanpa dia hidup terasa datar, seperti cuma “surviving” bukan “living”. Matty berhasil menangkap perasaan ketika seseorang jadi satu-satunya sumber dopaminmu, entah itu pasangan, teman, atau zat. Dan karena dia tidak menawarkan solusi atau penutup manis, lagu ini terasa jujur sampai sakit.
Kesimpulan
“It’s Not Living (If It’s Not With You)” adalah lagu cinta paling jujur yang pernah ditulis The 1975, justru karena ia mengakui bahwa “cinta” itu sering kali cuma nama lain dari ketergantungan. Di balik chorus yang bikin orang joget, tersimpan cerita tentang seseorang yang sudah tahu dia sedang hancur, tapi tetap memilih orang (atau sesuatu) yang membuatnya hancur itu. Dan itulah yang membuat lagu ini tidak pernah terasa tua: karena kita semua pernah, setidaknya sekali, merasa hidup cuma hidup kalau ada “dia” di sisinya, sekalipun itu berarti kita sedang mati perlahan.



Post Comment