Makna Lagu Janaam Janaam – Arijit Singh
Makna Lagu Janaam Janaam – Arijit Singh. “Janam Janam” yang dinyanyikan Arijit Singh bersama Antara Mitra langsung menyegel posisinya sebagai salah satu lagu cinta paling abadi di dekade ini sejak dirilis pada akhir 2015. Masuk dalam soundtrack film Dilwale, lagu ini bukan sekadar nomor romantis biasa, melainkan janji lintas kehidupan yang terdengar begitu tulus hingga membuat pendengarnya percaya pada reinkarnasi cinta. Bahkan sampai hari ini, lagu ini masih jadi pilihan utama untuk first dance pengantin, lamaran, atau sekadar diputar saat rindu sedang sangat. BERITA BASKET
Di Balik Pembuatan yang Penuh Perasaan: Makna Lagu Janaam Janaam – Arijit Singh
Lagu ini adalah karya Pritam dengan lirik dari Amitabh Bhattacharya yang terkenal jago merangkai kata-kata sederhana jadi sangat dalam. Pritam memilih nada yang mengalir lembut, hampir seperti alunan doa, dengan petikan gitar akustik dan string yang pelan-pelan membesar. Arijit Singh, pada puncak performa vokalnya saat itu, menyanyikan bagian laki-laki dengan penuh kerendahan hati—seolah ia benar-benar sedang bersumpah di depan orang yang dicintai.
Antara Mitra di bagian wanita memberikan sentuhan ringan namun tetap emosional, menciptakan harmoni yang terasa seperti dua jiwa yang memang ditakdirkan bertemu lagi. Konon, saat take terakhir, seluruh tim di studio diam beberapa detik karena terlalu terbawa suasana.
Makna Lirik yang Menyentuh Jiwa: Makna Lagu Janaam Janaam – Arijit Singh
Inti dari “Janam Janam” ada pada janji untuk terus mencintai, bahkan jika harus melewati tujuh kelahiran lagi. Baris “Janam janam janam saath chalna yunhi” bukan sekadar kata-kata manis, tapi pernyataan bahwa cinta ini lebih besar dari satu masa hidup.
Bagian paling mengena adalah “Phir dil ke raaston pe, teri hi chahaton ke, saaye saaye chalte jayenge”—menggambarkan bahwa meski tubuh berpisah karena maut, bayang-bayang cinta itu akan tetap mengikuti ke mana pun kaki melangkah di kehidupan berikutnya. Ada rasa pasrah sekaligus teguh yang bercampur: aku rela menunggumu, meski harus lahir berkali-kali, asal akhirnya kita bersatu lagi.
Lagu ini juga unik karena tidak ada konflik atau drama. Semuanya murni tentang kepastian cinta yang tak tergoyahkan, sesuatu yang jarang ditemui di lagu-lagu Bollywood modern.
Mengapa Lagu Ini Tak Pernah Pudar
“Janam Janam” sering disebut sebagai lagu pengantin paling populer sejak 2016 hingga sekarang. Ribuan pasangan memilih lagu ini sebagai soundtrack momen paling sakral dalam hidup mereka. Bukan cuma karena melodinya indah, tapi karena liriknya memberikan rasa aman—seolah mereka sedang mengikat janji bukan hanya untuk seumur hidup, melainkan selamanya.
Lagu ini juga menjadi pelipur lara bagi yang pernah kehilangan pasangan. Banyak yang bilang, memutar “Janam Janam” terasa seperti mengirim pesan ke alam lain: “Tunggu aku ya, nanti kita ketemu lagi.”
Kesimpulan
Di tengah lagu-lagu cinta yang datang dan pergi, “Janam Janam” tetap berdiri tegak sebagai monumen janji abadi. Ia tidak menawarkan gombal sementara, tidak pula drama yang melelahkan. Yang ada hanyalah ketulusan polos: aku mencintaimu, bukan hanya hari ini, bukan hanya sampai maut memisahkan, tapi sampai kita bertemu lagi di kehidupan yang entah ke berapa. Dan selama manusia masih percaya bahwa cinta bisa lebih besar dari waktu, selama itu pula “Janam Janam” akan terus diputar, dinyanyikan, dan dirasakan dengan dada yang bergetar.



Post Comment