Makna Lagu Something Just Like This – The Chainsmokers

makna-lagu-something-just-like-this-the-chainsmokers

Makna Lagu Something Just Like This – The Chainsmokers. “Something Just Like This” yang rilis Februari 2017 langsung jadi monster global: nomor 3 dunia, lebih dari 3 miliar streaming, dan jadi lagu wajib di setiap pernikahan, wisuda, sampai karaoke keluarga. Kolaborasi tak terduga antara duo elektronik dengan vokalis band rock Inggris ini awalnya diragukan banyak orang, tapi malah menghasilkan anthem paling sederhana sekaligus paling dalam tentang cinta biasa di tengah dunia yang terobsesi luar biasa. BERITA BASKET

Bukan Pahlawan, Cukup Manusia Biasa: Makna Lagu Something Just Like This – The Chainsmokers

Liriknya berangkat dari obrolan santai di studio: “Kita semua capek diberi tahu harus jadi Superman atau Hercules baru layak dicintai.” Maka lahirlah baris pembuka yang ikonik — “I’m not looking for somebody with some superhuman gifts / Some superhero, some fairytale bliss” — pernyataan tegas bahwa yang dicari bukan orang sempurna, bukan orang yang bisa terbang atau mengangkat dunia, tapi orang yang mau pulang malam, ngobrol sampai pagi, dan tetap memilih kita meski sudah tahu semua kekurangan.

Cinta yang Anti-Dongeng: Makna Lagu Something Just Like This – The Chainsmokers

Bagian yang dinyanyikan vokalis rock justru jadi kontras sempurna: ia menyebut Achilles, Batman, Spiderman — semua simbol manusia hebat yang pada akhirnya tetap kesepian atau mati tragis. Lalu ia berkata, “But I want something just like this.” Pesannya jelas: aku tidak butuh legenda, aku tidak mau dongeng yang berakhir tragis. Aku cuma mau kita berdua, duduk di sofa sambil makan mie instan, nonton serial jelek, dan tertawa bareng. Cinta yang paling kuat ternyata bukan yang epik, tapi yang biasa-biasa saja tapi konsisten.

Fenomena di Era Media Sosial

Di tahun 2017, saat semua orang sibuk pamer liburan mewah, tubuh ideal, dan hubungan goals, lagu ini datang seperti tamparan lembut. Ia jadi penawar bagi yang capek membandingkan diri dengan highlight reel orang lain. Tak heran kalau lagu ini sering dipakai pasangan yang menikah tanpa pesta besar, atau orang-orang yang akhirnya berani bilang, “Aku nggak punya six-pack, aku cuma punya kamu, dan itu sudah cukup.” Sampai sekarang, kalau lagu ini diputar di kafe atau perjalanan jauh, pasti ada yang tersenyum kecil karena merasa “ini lagu gue banget.”

Kesimpulan

“Something Just Like This” berhasil abadi karena ia berani bilang keras-keras apa yang selama ini cuma dipikirkan dalam hati: kita tidak butuh pasangan yang sempurna, kita cuma butuh yang mau bertahan saat kita sedang paling tidak sempurna. Di tengah dunia yang terus menuntut lebih tinggi, lebih kaya, lebih wow, lagu ini tetap jadi pengingat termanis bahwa cinta terbaik sering datang dalam bentuk paling sederhana — secangkir kopi pagi yang dibuatkan tanpa diminta, pesan “sudah makan?” jam 3 sore, dan pelukan di akhir hari yang melelahkan. Dan ternyata, itu sudah lebih dari cukup untuk jadi pahlawan satu sama lain.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment