Makna Lagu That’s What I Like – Bruno Mars
Makna Lagu That’s What I Like – Bruno Mars. Lagu “That’s What I Like” karya Bruno Mars jadi himne romansa mewah sejak rilis 2017 sebagai single kedua album 24K Magic. Dengan beat trap-funk halus dan lirik pamer gaya hidup glamor, lagu ini kuasai Billboard Hot 100 enam minggu, top chart di 20 negara, dan raih Grammy untuk Best R&B Song. Di 2025, lagu ini viral lagi lewat couple date challenge di media sosial dan remix summer, capai miliaran stream. Maknanya? Pasangan adalah segalanya—siap kasih dunia, dari jet pribadi hingga pesta pantai, asal dia suka gaya itu. Artikel ini kupas lirik flexing, inspirasi cinta, dan kenapa lagu ini tetap bikin orang iri sama hubungan impian. BERITA BOLA
Latar Belakang Penciptaan dan Visi Cinta Mewah: Makna Lagu That’s What I Like – Bruno Mars
Bruno Mars tulis lagu ini bareng timnya—Philip Lawrence dan Christopher Brody Brown—di studio Los Angeles, terinspirasi hubungannya dengan Jessica Caban yang penuh petualangan. “Sex by the fire at night, silk sheets and diamonds all around,” lirik awal lahir dari fantasi spoiling pasangan maksimal. Bruno campur trap beat modern dengan funk klasik ala Rick James untuk nuansa fresh.
Proses rekam playful: auto-tune minimal, hi-hats crisp, dan ad-libs vokal yang nagih. Dia bilang di wawancara, lagu ini bukan pamer palsu—tapi janji tulus “I’ll give you everything.” Single ini dorong album ke puncak, jual jutaan kopi, dan set tren R&B trap yang dominasi 2010-an akhir.
Analisis Lirik: Flexing Romantis Tanpa Batas: Makna Lagu That’s What I Like – Bruno Mars
Lirik lagu ini katalog kemewahan intim. Chorus “That’s what I like, yeah” ulang seperti konfirmasi mutual—dari “Drop the top, play Hov” di mobil convertible, sampai “Volcanoes erupt at night.” Verse bangun narasi: pesta rooftop, lobster di yacht, dan “Havana outside, her and my wife”—campur petualangan global dengan komitmen.
Bridge klimaks dengan “Let me take you to Rio, baby,” ajak pasangan escape ke paradise. Struktur addictive: tempo 134 BPM dorong head bob, verse tease, chorus hook langsung. Psikolog bilang, pesan aspirational ini tingkatkan relationship satisfaction 45%—fokus spoil partner ciptakan rasa dihargai. Tak materialistis toksik; lagu tekankan “you deserve it all.”
Dampak Budaya dan Dominasi Date Night
Video klipnya—Bruno dansa sleek di penthouse dengan model—tonton miliaran kali, simbol couple goals. Lagu ini jadi soundtrack date fancy: dinner cruise, Vegas getaway, dan anniversary trip. Di chart, geser Ed Sheeran dari nomor satu, bertahan 45 minggu Hot 100.
Di 2025, TikTok challenge “What I Like Date” ajak pasangan rekam momen mewah ala lirik, hasilkan miliaran view dan inspirasi travel viral. Klub malam dan wedding reception main ulang picu dansa massa. Survei pendengar tunjukkan 82% asosiasikan lagu dengan hubungan bahagia—top pick untuk playlist couple. Artis pop sample hook-nya, perkuat status seductive banger.
Relevansi di Era Modern: Spoiling di Tengah Inflasi
Di zaman harga naik dan hustle culture, “That’s What I Like” jadi blueprint cinta kreatif—tak harus miliarder, cukup effort besar. Gerakan modern romance 2025 pakai lagu ini untuk ide date budget-friendly: piknik ala yacht atau stargazing “volcano.” Penelitian bilang musik groovy seperti ini tingkatkan intimacy 40% saat dinner.
Data streaming lonjak 80% di playlist “luxury love” tahun ini, terutama musim panas. Bagi Gen Z, lagu ajar spoil bukan soal uang, tapi prioritas pasangan. Bruno perform di tur Las Vegas dengan visual jet dan pantai, bilang itu “cara bilang I love you tanpa kata.”
Kesimpulan
“That’s What I Like” adalah flex romansa ultimate, dari visi Bruno Mars hingga obsesi globalnya. Di 2025, saat cinta sering praktis, lagu ini pengingat: kasih segalanya yang dia suka, biar hubungan glow. Putar saat date night, rasakan magic jet-set tanpa keluar kota. Bruno bilang benar—girl, you my type, dan itulah resep cinta yang bikin iri semua orang.



Post Comment